Sekolah Fatih di Aceh takkan Tutup

Sabtu, 30 Juli 2016 17:29
* Pramono: Urusan Dalam Negeri Tanggung Jawab Indonesia
JAKARTA – Pemerintah Indonesia tidak akan menggubris permintaan Pemerintah Turki agar menutup sembilan sekolah, termasuk di antaranya dua sekolah Fatih di Banda Aceh yang disinyalir terkait dengan organisasi ulama Fethullah Gulen.

Fethullah merupakan rival politik Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. Dia dituduh sebagai dalang di balik upaya kudeta yang terjadi beberapa waktu lalu. Gulen dan gerakan Hizmetnya oleh pemerintah berkuasa juga dimasukkan ke dalam jaringan teroris, Fethullah Terrorist Organization (FETO).

Buntutnya, Pemerintah Turki melalui Kedutaan Besar Turki di Jakarta dalam siaran persnya, Kamis (28/7), meminta agar Indonesia menutup sekolah-sekolah yang dianggap berkaitan dengan FETO, di bawah payung lembaga Pasiad.

Rilis tersebut juga memuat nama-nama sekolah lengkap dengan lokasinya, termasuk dua sekolah Fatih yang ada di Banda Aceh. (Lihat Daftar Sekolah yang Diminta Tutup).

Terkait hal itu, Sekretaris Kabinet (Seskab), Pramono Anung, mengaku belum menerima permintaan resmi dari PemerintahTurki selain rilis yang beredar di internet. Namun ia memastikan bahwa Pemerintah Indonesia tidak akan memenuhi permintaan Pemerintah Turki untuk menutup kesembilan sekolah tersebut.

Pramono menegaskan, Indonesia adalah negara yang demokratis, negara yang menjunjung tinggi atau mengedepankan politik bebas aktif. “Tentunya kita tidak mau urusan dalam negeri kita dicampuri oleh siapapun,” ujar Pramono di Kantornya, Kompleks Sekrerariat Negara, Jakarta, Jumat (29/7).

Pramono mengatakan, semua urusan dalam negeri Indonesia, termasuk keberadaan sekolah-sekolah tersebut, menjadi tanggung jawab sepenuhnya Pemerintah Indonesia.

“Maka demikian, urusan dalam negeri Indonesia menjadi tanggung jawab Indonesia. Termasuk siapapun yang secara resmi diatur dalam Undang-Undang telah mendapatkan persetujuan dari pemerintah di Indonesia tentunya, peraturan perundangan Indonesia lah yang digunakan,” ucapnya.

Sebelumnya, Kedutaan Besar Turki dalam siaran persnya menyebutkan Pemerintah Turki saat ini sedang melakukan upaya-upaya yang perlu untuk menghukum sebagian orang yang terlibat kudeta. Mereka menuding Fethullah Gulen sebagai aktor intelektual di balik kudeta tersebut.

Pemerintah Turki juga menyoroti pengaruh Gulen di sejumlah negara, termasuk di Indonesia. Salah satu yang dipersoalkan adalah sekolah-sekolah yang dipayungi oleh lembaga Pasiad. Kedutaan Turki berharap Indonesia melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh sejumlah negara lain, yakni menutup sekolah-sekolah yang terkait dengan FETO.

“Sebagai partner strategis, kami berharap dan mengandalkan dukungan dari Indonesia dalam perang melawan FETO sebagai organisasi teroris,” demikian lanjut pernyataan tersebut.(yos/tribun)

sekolah yang diminta tutup
– Pribadi Bilingual Boarding School, Depok
– Pribadi Bilingual Boarding School, Bandung
– Kharisma Bangsa Bilingual Boarding School, Tangerang Selatan
– Semesta Bilingual Boarding School, Semarang
– Kesatuan Bangsa Bilingual Boarding School, Jogjakarta
– Sragen Bilingual Boarding School, Sragen
– Fatih Boy’s School, Aceh
– Fatih Girl’s School, Aceh
– Banua Bilingual Boarding School, Kalimantan Selatan
Editor: hasyim
Sumber: Serambi Indonesia

http://aceh.tribunnews.com/2016/07/30/sekolah-fatih-di-aceh-takkan-tutup