December 2016

Asyiknya Baca buku di Tenda

Gambar : siswa SD Fatih Billingual School sedang melakukan reading camp pada selasa (13/12)

Reading Camp merupakan kegiatan rutin yang diadakan setiap akhir smester di sekolah Fatih Billingual School (FBS). Biasanya kegiatan ini diadakan seusai ujian sekolah baik untuk tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Akhir (SMA). Siswa diharuskan untuk ikut reading camp ini karena merupakan agenda wajib sekolah. Banyak manfaat yang didapat melalui kegiatan ini salah satunya dapat menambah wawasan dan pengertahuan. Karena dengan banyak baca bisa banyak tahu. Selain itu juga reading camp dapat membiasakan siswa untuk membaca yang kemudian dapat menciptakan budaya membaca dilingkungan siswa.

Namun bagi siswa sebagian besar siswa membaca adalah kegiatan yang membosankan, tidak jarang buku malah menjadi hal menyebalkan bagi para siswa. Berhadapan dengan rangkaian huruf, kata dan kalimat apalagi bacaannya susah dipahami maka tidak heran banyak buku ditinggal tidur oleh para pembacanya heee….

Begitu pun dengan reading camp yang ada di sekolah Fatih Billingual School (FBS), dimana para siswa kurang antusias menggikutinya dengan beragam alasan. Hal ini cukup wajar apalagi siswa harus dihadapkan dengan buku berjam-jam, ngak kebayangkan apalagi untuk seusia anak SD. Maka dari itu perlu adanya kreatiftas yang dilakukan dalam reading camp agar tidak terkesan membosankan.

Membaca sambil berkemah? itu hal yang menarik yang dilakukan oleh para siswa SD Fatih Billingual School (FBS) pada acara reading camp kali ini. Siswa diajak untuk membuat kemah di dalam kelas seakan-akan sedang berada di hutan atau dialam terbuka. Didalam tenda-tenda inilah siswa membaca buku, dalam setiap tenda sendiri ada sekitar 4-5 siswa. Dengan konsep seperti ini siswa tidak hanya dihadapkan dengan buku saja tetapi siswa juga bisa sambil bermain, saling mengunjungi tenda-tenda.

Dengan cara ini siswa lebih bersemangat dan antusias mengikuti reading camp tanpa harus terbebani dengan hanya membaca buku saja. Membaca ditenda-tenda seakan berada dialam luar memberikan sensasi yang berbeda bagi anak-anak, seolah mereka bisa merasakan dengan berada di hutan atau ditaman. Kerennkan. Dengan cara yang kreatif seperti ini membaca jadi lebih menyenangkan dan tidak membuat mata ngantuk apalagi sampai bosan. Keseruan yang diciptakan akan membuat siswa menjadi lebih semangat dan rasa ingin membacanya meningkat. Kan bagus kalau banyak membaca bisa tambah pintar dan berwawasan luas. Orang tua mana yang tidak ingin anaknya pintar?. (IMAN)

FATIH KEMBALI UNGGULI LOMBA CERDAS CERMAT TINGKAT KOTA BANDA ACEH

cc

“Tak ada kata  terlambat ataupun tua untuk menjadi yang terbaik, bahkan seharusnya makin tua semakin baik”, mungkin itu ungkapan yang tepat untuk ketiga sang jawara fatih (Yang tergabung dalam Team 3 PKM (3 Pria Kaca Mata) yang kembali berhasil menambah rentetan prestasi baik untuk mereka pribadi maupun Fatih Bilingual School di penghujung Bulan November 2016 lalu.

Hal itu dibuktikan oleh para pejuang Fatih dalam ajang Lomba Cerdas Cermat yang diadakan oleh AMSA FK UNSYIAH  beberapa waktu yang lalu.

Dalam ajang yang sama juga, para pejuang Fatih berhasil membuat pesaingnya hampir bertekuk lutut, karena seluruh team utusan Fatih berhasil masuk ke babak semifinal, selanjutnya team fatih terus melesat dan menempatkan dua teamnya di babak final dengan 2 pertandingan yang berbeda, dan dari masing-masing pertandingan, para jawara fatih selalu memimpin pertandingan dan juga dengan skor yang sangat fantastik.

Keberuntungan itupun berlanjut hingga kebebak Final dan usainya pertandingan, seolah tak ingin memeberi kesempatan pada team lawan untuk memimpin pertandingan, ketiga peserta dari 3 PKM (DA, HN, MAA)  melahap hampir semua jatah pertanyaan yang ditujukan untuk mereka, selain itu mereka juga seolah tak menyia-nyiakan kesempatan, yakni dengan melahap soal lemparan dari team lain yang belum berhasil dijawab.

Namun disaat dan pertandingan yang sama, keberuntungan seolah menjauh dari team Ryan dkk , yang mana saat babak perempat Final mereka berhasil memimpin skor pertandingan, namun harus takluk dengan team saingannya di babak final, hal itu mungkin karena faktor keberuntungan dan juga ketepatan dalam menjawab pertanyaan.

Kendati demikian performance para Jawara Fatih cukup membuat panas dan seru jalanan pertandingan.

DOA & HARAPANKU UNTUKMU SANG PELITAKU (Fatih Teacher Day)

“Guru,  engkau laksana embun penyejuk jiwaku

Engkau bagaikan pelita digelapnya hidupku

Pesanmu laksana tuah dan lentera

Yang tak akan pernah padam sampai tua

Ilmu yang engkau berikan lebih berharga

Dari pada emas bahkan permata

Inilah ungkapan terimaksihku untukmu

Wahai sang pelita hidupku”

 dsc_0229

Sebuah ungkapan yang sebenarnya tak akan cukup untuk membalas semua jasa para guru yang telah dengan tulus ikhlas mengajarkan serta memberikan semua ilmu yang ia punya demi kesuksesan  para murid/siswanya.

Karena seperti yang kita ketahui Tak akan pernah sukses dan pandai seorang murid, tanpa adanya seorang guru, dan tak akan maju suatu negara atau bangsa tanpa adanya peran seorang guru. Oleh karena itu, sugguh besar jasamu wahai para guru, meski terkadang perjuanganmu serta pengorbananmu sering dilupakan.

Kendati demikian, tak semua kacang akan lupa dengan kulitnya, dan Tak semua murid akan melupakan Jasa para gurunya.

dsc_0189

Hal itu telah dibuktikan oleh para siswa Fatih Bilingual School.

Dimana saat moment peringatan hari guru beberapa waktu yang lalu, para siswa yang diprakarsai oleh OSIS FBS mempersembahkan sebuah event untuk memperingati hari guru. Dan Dalam acara tersebut diisi dengan rangkaian  kegiatan yang sangat berkesan untuk para guru maupun hadirin yang menyaksikan.

Selain dikemas dengan konsep yang simple dan menarik.

acara tersebut juga diisi dengan persembahan para siswa yang sangat menghibur dan bisa menguncang isi perut, serta membuat para hadirin haru. seperti saat pembacaan surat untuk guruku yang dibacakan oleh pemenang lomba menulis surat untuk guru.

Selanjut dalam acara tersebut juga para siswa yang diwakili oleh siswa kelas sebelas juga memberikan bingkisan sebagai ungkapan rasa syukur dan terimaksih untuk para guru. Dan diahir acara tersebut para siswa juga menuliskan doa serta harapan untuk guru kesayangannya masing-masing.

dsc_2464